
Tentukan yang tidak bisa ditawar
Sebelum pembicaraan dimulai, sepakati berdua dua atau tiga hal yang tidak bisa berubah. Sisanya terbuka untuk dibahas.
Beri setiap keluarga peran
Orang lebih peduli ketika dipercaya memegang sesuatu yang spesifik, seperti daftar tamu atau urutan acara.
- Satu narahubung per keluarga
- Bagikan keputusan secara tertulis
- Ucapkan terima kasih di hari H
Dengarkan sebelum merencanakan
Orang tua sering memendam harapan tentang hari ini yang belum pernah mereka ucapkan. Tanyakan kepada masing-masing apa yang paling penting, sebuah prosesi, hidangan, atau tamu, sebelum menunjukkan rencana apa pun.
Anda tidak akan bisa memasukkan semuanya, tetapi orang lebih mudah menerima kompromi ketika merasa didengar lebih dulu.
Hadapi perbedaan dengan tenang
Sebagian besar perbedaan pendapat menyangkut jumlah tamu, adat, atau uang. Bahas satu per satu, bukan dalam satu malam panjang yang melelahkan, dan berhentilah sejenak saat suasana memanas.
Ketika Anda berdua berbeda pendapat dengan orang tua, biarkan anak dari orang tua tersebut yang memimpin pembicaraan. Keluarga lebih lapang menerima kabar sulit dari anaknya sendiri.
- Satu topik untuk satu pembicaraan
- Pasangan bersepakat dulu sebelum rapat keluarga
- Masing-masing berbicara dengan keluarganya sendiri
Biarkan planner menjadi penengah
Wedding planner dapat menyerap sebagian tekanan. Mengatakan venue tidak mengizinkan, atau rundown tidak punya ruang, lebih mudah diterima keluarga bila datang dari profesional yang netral.
Beri tahu planner tentang topik sensitif sejak awal, agar mereka bisa mengarahkan pembicaraan dengan halus tanpa terkejut.



