
Mulai dari jumlah tamu
Katering dan venue naik langsung seiring jumlah tamu, sehingga biasanya menyerap separuh anggaran. Tetapkan daftar tamu lebih dulu, lalu tentukan nilai tiap kepala.
Jika angkanya terasa terlalu besar, kurangi pendamping dan kenalan jauh sebelum mengurangi kualitas. Tamu lebih sedikit dengan hidangan lebih baik jarang disesali.
Pembagian yang masuk akal
Setiap pernikahan berbeda, namun titik awal membantu pembicaraan dengan keluarga.
- Venue dan katering: sekitar 50 persen
- Dekorasi dan bunga: sekitar 20 persen
- Busana, rias, dan fotografi: sekitar 20 persen
- Cadangan dan kebutuhan kecil: sekitar 10 persen
Di mana berhemat dengan tenang
Pilih bunga musiman, gunakan ulang rangkaian dari akad ke resepsi, dan letakkan momen terbesar di tempat tamu paling lama berada.
Bicarakan dengan kedua keluarga sejak awal
Pernikahan besar di Indonesia jarang dibiayai pasangan sendiri. Sebelum memesan vendor apa pun, duduklah bersama kedua keluarga dan sepakati siapa menanggung apa, serta keputusan mana yang ikut dengan setiap kontribusi.
Tuliskan kesepakatannya, meski secara informal. Catatan bersama yang menyebut keluarga mempelai wanita menanggung venue resepsi dan keluarga mempelai pria menanggung katering akan mencegah pembicaraan canggung enam bulan kemudian.
Catat setiap pembayaran
Dengan tiga ratus tamu, belasan vendor, dan termin pembayaran yang berbeda, uang mudah terselip. Simpan satu spreadsheet berisi harga penawaran, DP yang sudah dibayar, sisa tagihan, dan tanggal jatuh temponya.
Tinjau setiap dua minggu. Sebagian besar kejutan anggaran datang dari tambahan kecil di akhir, seperti kursi ekstra, lembur satu jam, atau fitting kedua, bukan dari kontrak besarnya.
- Penawaran, DP, dan sisa tagihan untuk setiap vendor
- Tanggal jatuh tempo dalam satu kolom, diurutkan per bulan
- Baris terpisah untuk tip dan transportasi
Siapkan dana cadangan yang nyata
Cadangan sepuluh persen hanya berguna jika tidak disentuh hingga bulan terakhir. Anggap dana itu sudah terpakai, lalu lepaskan sedikit demi sedikit untuk kejutan yang benar-benar terjadi, seperti cuaca atau tamu mendadak.
Sisa dana setelah pernikahan menjadi hadiah manis untuk diri sendiri. Pasangan yang melewatkan cadangan hampir selalu akhirnya meminjam dari tempat yang kurang nyaman.



