
Mulai dari tamu
Catat kebutuhan diet sejak awal, termasuk halal, vegetarian, dan alergi. Menu yang cocok untuk semua membuat malam lebih lancar.
Pikirkan waktu dan panjang acara. Makan malam duduk butuh struktur, sedangkan resepsi berdiri butuh hidangan yang mudah dipegang.
Sisakan satu hidangan berkesan
Tamu jarang mengingat setiap hidangan. Pilih satu hidangan dengan cerita, resep keluarga atau kesukaan daerah, dan beri ruang untuk bersinar.
Prasmanan, stall, atau duduk
Setiap gaya penyajian membentuk suasana malam. Prasmanan melayani banyak tamu dengan cepat namun menciptakan antrean, stall menyebarkan tamu ke seluruh ruangan, dan makan malam duduk memberi irama yang tenang.
Untuk resepsi besar di Indonesia, campuran keduanya sering paling berhasil: prasmanan untuk hidangan utama, ditambah tiga atau empat stall untuk favorit seperti sate, mi, atau dessert.
Rencanakan porsi dengan jujur
Katering menghitung porsi per tamu, tetapi tamu jarang makan merata. Tanyakan cara mereka menangani serbuan pertama, dan apakah hidangan diisi ulang atau diganti sepanjang malam.
Pesan sedikit lebih banyak untuk hidangan yang cepat habis, biasanya daging dan dessert, dan sedikit lebih sedikit untuk lauk pendamping yang cenderung tersisa.
- Jumlah tamu ditambah lima persen untuk tamu tak terduga
- Porsi tambahan untuk vendor dan kru
- Rencanakan sisa makanan dibungkus untuk keluarga
Minuman dan detail kecil
Minuman sering terlupakan, padahal penting di iklim yang hangat. Sediakan air minum di mana-mana, satu minuman khas, dan minuman hangat untuk tamu lansia.
Sentuhan kecil membuat menu terasa penuh perhatian: kartu menu di meja, label untuk hidangan yang mengandung kacang atau seafood, dan sudut tenang tempat tamu sepuh dilayani lebih dulu.



