




Kisahnya
Resepsi di atap membutuhkan rencana angin dan pencahayaan yang baik. Kami membuat rangkaian putih bersih yang kokoh dan membiarkan cakrawala mengisi latar.
Persiapan
Anindya dan Galih ingin kota Bandung terasa seperti tamu di pernikahan mereka. Kami memilih rooftop di Braga karena pemandangannya ke kota tua dan merencanakan malam itu agar cahaya berubah di sekeliling mereka seiring berjalannya waktu.
Pernikahan di rooftop membutuhkan rencana angin yang matang, sehingga kami memakai rangkaian putih yang terstruktur, alas berpemberat, dan kanopi yang bisa dipasang dalam dua puluh menit bila cuaca berubah.
Hari H
Prosesi dimulai saat senja dengan pembacaan singkat dari tiap keluarga. Bunga putih tetap rapi meski diterpa angin, dan cakrawala perlahan dipenuhi lampu saat janji pernikahan diucapkan.
Makan malam berupa prasmanan santai berisi hidangan khas Bandung, dan riasan para bridesmaid tetap sempurna sepanjang malam berdansa. Malam ditutup dengan kembang api tangan di sepanjang pagar rooftop.
Sorotan
Beberapa detail yang membuat hari itu terasa milik mereka.
- Koordinasi untuk 200 tamu
- Penataan menyesuaikan venue
- Alur acara yang tenang dan teratur



