




Kisahnya
Nadia dan Bima bertemu di tempat pembibitan tanaman, jadi taman memang tidak perlu dipertanyakan. Mereka meminta pernikahan yang terasa seperti makan siang panjang bersama sahabat, hanya lebih cantik.
Kami menjaga jejak dekorasi tetap ringan dan tanaman melimpah, membiarkan taman itu sendiri membingkai lorong dan meja.
Persiapan
Nadia dan Bima datang dengan mood board yang hampir seluruhnya berisi tanaman herbal, linen, dan meja panjang. Kami mengunjungi Taman Kelapa tiga kali di musim berbeda untuk memahami jatuhnya cahaya saat makan siang dan sudut mana yang tetap sejuk.
Menu disusun bersama koki Sunda yang biasa memasak untuk keluarga di acara penting. Kami mencicipinya dua kali bersama pasangan, menyesuaikan tingkat pedas dan menambahkan meja anak agar sepupu kecil punya makanan yang akrab di lidah.
Hari H
Tamu datang pukul sebelas disambut es teh sereh dan jalan santai melewati taman menuju halaman akad. Janji pernikahan dibacakan singkat dan personal, di bawah lengkungan eucalyptus yang ikut dirangkai teman-teman pasangan malam sebelumnya.
Makan siang berlangsung panjang, persis seperti yang direncanakan. Hidangan berpindah dari tangan ke tangan di sepanjang meja, sambutan dibatasi tiga, dan menjelang sore lantai dansa di atas rumput penuh oleh teman-teman yang bertelanjang kaki.
Sorotan
Dekorasi, rias, dan katering kami tangani, sementara teman-teman pasangan mengurus musik dan buku tamu.
- Lorong berhias eucalyptus, ranunculus putih, dan dedaunan sage
- Makan siang ala keluarga dengan menu khas Sunda
- Rias natural lembut untuk pengantin dan kedua ibu



