




Kisahnya
Udara pagi yang sejuk membentuk seluruh hari. Kami menyiapkan minuman hangat, selendang untuk tamu, dan menu yang mengutamakan kenyamanan, bukan pamer.
Persiapan
Rancabali berada tinggi di perbukitan teh, dan pagi di sana dingin serta berkabut. Alih-alih melawan cuaca, Maharani dan Dika merangkulnya, meminta pernikahan yang hangat dengan makanan panas, rajutan lembut, dan suasana yang pelan.
Kami merencanakan hari itu mengikuti kabut yang terangkat. Prosesi ditetapkan pukul sembilan agar matahari sempat menembus, dan menu disusun dari hidangan Jawa Barat yang menghangatkan dan disajikan panas.
Hari H
Tamu disambut selendang wol di setiap kursi dan stasiun yang menyajikan bandrek serta cokelat panas. Saat janji pernikahan dimulai, kabut menghilang di atas barisan teh, membuat cukup banyak orang menitikkan air mata.
Makan siang disajikan di bawah tenda transparan dengan pemandangan perkebunan, dan pasangan membagikan toples kecil teh lokal sebagai souvenir. Menjelang siang, semua orang berjalan-jalan di antara perdu teh.
Sorotan
Beberapa detail yang membuat hari itu terasa milik mereka.
- Koordinasi untuk 150 tamu
- Penataan menyesuaikan venue
- Alur acara yang tenang dan teratur



