




Kisahnya
Enam ratus tamu membutuhkan alur yang bekerja tenang di belakang layar. Kami memetakan setiap pintu masuk, antrean prasmanan, dan isyarat panggung agar malam terasa tenang.
Persiapan
Perayaan Salsa dan Ibrahim berlangsung tiga hari: pengajian, akad, dan resepsi besar untuk enam ratus tamu. Kami merencanakan setiap hari sebagai acara tersendiri dengan penanggung jawab masing-masing, lalu menyatukannya dalam satu timeline bersama.
Gedung Sasana Kriya luas dan mudah membuat tamu tersesat, sehingga kami memetakan setiap pintu masuk, antrean, dan jalur prasmanan sebelum rapat vendor pertama. Shuttle dari tiga hotel membuat tamu luar kota tidak perlu memikirkan parkir.
Hari H
Akad berlangsung pada pagi hari kedua di aula yang lebih kecil bersama keluarga inti. Resepsi malam harinya dibuka dengan kirab di lorong tengah, diikuti barisan salaman yang dijaga para penerima tamu agar tetap bergerak nyaman.
Hidangan disajikan dari dua belas stasiun yang tersebar di sekeliling aula, sehingga tidak ada antrean yang terlalu panjang. Tamu pulang membawa souvenir khusus bertuliskan nama pasangan, dibagikan langsung oleh keluarga di pintu keluar.
Sorotan
Beberapa detail yang membuat hari itu terasa milik mereka.
- Koordinasi untuk 600 tamu
- Penataan menyesuaikan venue
- Alur acara yang tenang dan teratur



