




Kisahnya
Laras dan Yoga mengajak delapan puluh tamu terbang ke Labuan Bajo selama tiga hari. Tim kami berangkat seminggu lebih awal untuk menyiapkan venue, vendor, dan kedatangan tamu.
Upacara menghadap laut saat senja, dengan arch sederhana dan runner linen yang bergerak tertiup angin.
Persiapan
Pernikahan destinasi sebagian besar adalah urusan logistik. Kami menyusun lembar perjalanan untuk delapan puluh tamu yang mencakup penerbangan, transfer kapal, pembagian kamar, dan kebutuhan makanan, lalu membagikannya ke resort dan setiap vendor dua bulan sebelumnya.
Tim kami tiba di Labuan Bajo seminggu lebih awal untuk memberi arahan kepada pemasok lokal, menguji sound system melawan angin laut, dan menyusuri pantai setiap senja untuk memastikan waktu prosesi.
Hari H
Hari pernikahan dimulai dengan sarapan santai untuk tamu, sementara rombongan pengantin bersiap bersama perias yang diterbangkan dari Jakarta. Menjelang sore, pantai sudah ditata dengan runner linen dan lengkungan kayu sederhana menghadap laut.
Janji pernikahan diucapkan bertepatan dengan cahaya terakhir di atas Padar. Makan malam menyusul di atas pasir diterangi lilin, dan malam ditutup dengan pertunjukan api kecil yang dibantu oleh staf resort.
Sorotan
Logistik perjalanan sama pentingnya dengan penataan, dari transfer kapal hingga makan malam penyambutan di malam pertama.
- Program tamu tiga hari dengan island hopping
- Upacara senja dan makan malam pantai bercahaya lilin
- Tim rias diterbangkan untuk rombongan pengantin



