




Kisahnya
Dengan hanya sembilan puluh tamu, setiap detail bisa terasa personal. Kami memakai kain keluarga, makan bersama, dan banyak waktu untuk berbincang.
Persiapan
Kirana dan Wisnu memilih joglo di Kotagede karena mengingatkan mereka pada rumah kakek nenek. Dengan sembilan puluh tamu, kami bisa memperlakukan hari itu seperti kumpul keluarga dan merencanakan setiap kursi, hidangan, dan momen secara personal.
Kami meminjam kain dari kedua keluarga, lurik dari pihak Wisnu dan batik tua dari pihak Kirana, lalu memakainya sebagai runner meja dan latar. Tidak ada dekorasi yang dibeli baru jika bisa dipinjam atau diperbaiki.
Hari H
Akad berlangsung di bawah atap utama joglo, dengan tamu duduk di bangku rendah mengelilingi pasangan. Suasananya tenang dan akrab, dan satu-satunya musik datang dari seorang pemain siter di sudut ruangan.
Setelahnya semua orang menikmati makan panjang berisi masakan rumahan dari dapur keluarga setempat. Sore berlalu dalam obrolan, dan tamu terakhir pulang membawa sisa makanan yang dibungkus daun pisang.
Sorotan
Beberapa detail yang membuat hari itu terasa milik mereka.
- Koordinasi untuk 90 tamu
- Penataan menyesuaikan venue
- Alur acara yang tenang dan teratur



