




Kisahnya
Dewi dan Ardi tumbuh dengan mendaki bukit-bukit Jawa Timur, dan ingin tamu tiba di tempat yang terasa berbeda dari kota.
Kami membangun upacara di tanah lapang pinus, dengan bunga liar yang dikumpulkan pada minggu pernikahan dari petani lokal.
Persiapan
Membangun prosesi di hutan pinus berarti bekerja bersama alam, bukan menimpanya. Kami menyusuri area bersama pengelola hutan untuk menyepakati letak kursi, jalur yang digunakan, dan cara mengembalikan lahan persis seperti semula.
Karena lokasinya berada di ketinggian, rencana mencakup kehangatan dan transportasi secara rinci. Shuttle berangkat dari dua titik jemput di Malang, dan setiap tamu menerima kartu cetak berisi jadwal dan peta.
Hari H
Akad digelar pagi hari di antara pohon pinus, dengan keluarga duduk di bangku sederhana dan bunga liar menghiasi lorong. Suara penghulu terdengar jelas di udara yang tenang, dan prosesi ditutup dengan doa yang dipimpin ayah Ardi.
Makan siang disajikan di tenda panjang, dan saat sore mulai dingin tamu berkumpul di sekitar api unggun dengan wedang jahe dan selimut. Beberapa tamu bilang ini pernikahan paling damai yang pernah mereka hadiri.
Sorotan
Kehangatan penting di ketinggian, jadi selimut, perapian, dan stasiun minuman hangat menjadi bagian dari desain.
- Upacara di lapangan pinus dengan lorong bunga liar
- Minuman hangat dan selimut untuk dingin malam
- Shuttle tamu dari Kota Malang ke venue



